
Untuk seorang konten kreator membuat konten menarik saja tak cukup untuk mengelola audiens di media sosial.
Selain dari itu, seorang konten kreator juga perlu melakukan evaluasi secara konsisten dan berkala agar terus mendapat pelajaran dan informasi terbaru.
Salah satu hal yang harus dilakukan oleh seorang konten kreator adalah mengukur performa dari kinerja sebuah konten di media sosial.
Ada banyak sekali tools yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran tersebut. Nah, oleh karena itu, simak 3 media sosial tools yang biasa dan sering digunakan oleh konten kreator untuk meningkatkan performa konten di media sosial.
Google Analytics
Google Analytics merupakan salah satu tools terbaik yang bisa kita gunakan untuk mengetahui performa berbagai platform media sosial.
Dengan tools ini, kita bisa mengetahui dari mana saja audiens datang dan berapa banyak audiens yang datang dari setiap halaman.
Untuk menggunakan Google Analytics, kita tak akan dikenakan biaya apa pun. Jadi, yang kita butuhkan hanya situs dan akun media sosial saja.
Sprout Social
Tools ini biasa digunakan oleh orang-orang di Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan Google+.
Tools ini sangat cocok untuk digunakan bagi mereka yang ingin memasarkan produknya di berbagai layanan media sosial.
Untuk menggunakan online networking tools ini, kita perlu mengeluarkan biaya sebesar US$ 99 atau setara dengan Rp1.485.000 per bulan.
Iconosquare
Iconosquare merupakan tools yang hanya dapat digunakan untuk mengukur performa konten di Instagram.
Satu hal yang menjadi keunggulan dari Iconosquare dibanding media sosial tools lainnya adalah fitur analisisnya untuk Instagram stories.
Tak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan analisis lengkap dari para influencer yang diajak kerja sama. Untuk menggunakan Iconosquare, kita akan dikenakan biaya mulai dari US$ 9 atau sekitar Rp105.000 per bulan.
Jadi itu lah pembahasannya gimana, nambah wawasan baru kan? Pastinya dong! Nah kalo udah tau tentang informasi tadi, pelajari juga tentang sejarah perkembangan konten kreator.